Google Website Translator Gadget

Tampilkan postingan dengan label Cinta Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

Rendang, Masakan Asli Indonesia Terenak di Dunia

Rendang
http://supermilan.wordpress.com
Rendang, masakan tradisional khas dari Sumatera Barat dengan daging sapi sebagai bahan utamanya sangat digemari di semua kalangan, masuk dalam daftar 50 makanan terenak di dunia dirilis oleh CNNgo. Massaman Curry dari Thailand menduduki peringkat pertama. Rendang menduduki peringkat 11. Apa saja makanan terenak di dunia lainnya?

Peringkat yang dibuat oleh CNNgo ini mengundang banyak komentar. Mengapa Frech Fries tak masuk peringkat? Juga banyak komentar mengenai makanan yang masuk peringkat dan tidak. Peringkat berdasarkan polling ini pun masih bisa berubah.

Makanan Amerika terbanyak menduduki peringkat. Sedangkan Thailand, Vietnam, Hongkong dan Singapura termasuk negara Asia yang memiliki makanan yang cukup populer di dunia.

Rendang Masakan Terenak Di Dunia

Berikut 50 makanan terenak di dunia, mana saja yang jadi favorit dan pernah Anda cicipi?
1. Massaman Curry, Thailand
2. Neapolitan Pizza, Italia
3. Chocolate, Mexico
4. Sushi, Jepang
5. Peking Duck, Cina
6. Hamburger, Jerman
7. Penang Assam Laksa, Malaysia
8. Tom Yam Goong, Thailand
9. Ice Cream, Amerika
10. Chicken Muamba, Gabon
11. Rendang, Indonesia
12. Sheperd’s Pie, Inggris
13. Corn on the cob, global
14. Doughnut, Amerika
15. Kalua pig, Amerika
16. Egg Tart, Hongkong
17. Lobster, global
18. Kebab, Iran
19. Nam tok moo, Thailand
20. Arepaz, Venezuela
21. Croissant, Perancis
22. Brownie and Vanila Ice cream, global
23. Lasagna, Italia
24. Champ, Irlandia
25. Buttered Garlic Crab, India
26. Fajitas, Mexico
27. Montreal Style Smoked Meat, Canada
28. Pho, Vietnam
29. Ohmi-gyu Beefsteak, Jepang
30. Goi cuon, Vietnam
31. Parma ham, Italia
32. Ankimo, Jepang
33. Fish n Chips, Inggris
34. Maple Syrup, Kanada
35. Chilli Crab, Singapura
36. Texas BBQ pork, Texas
37. Chicken parm, Australia
38. Frensh Toast, Hongkong
39. Ketchup, Amerika
40. Marzipan, Jerman
41. Stinky Tofu, Asia Tenggara
42. Buttered Tost with Marmite, Inggris
43. Tacos, Mexico
44. Poutine, Kanada
45. Chicken Rice, Singapura
46. Som Tam, Thailand
47. Seafood Paella, Spanyol
48. Potato Chips, Amerika
49. Masala Dosa, India
50. Buttered popcorn, Amerika
Kalau pilihan anda?

sumber : http://supermilan.wordpress.com/2011/10/26/rendang-masakan-asli-indonesia-terenak-di-dunia/

Anoa, Fauna Langka Khas Sulawesi Hampir Punah dari Habitatnya

ANOA KERBAU MINI KHAS SULAWESI

Anoa bentuknya menyerupai kerbau tapi mini bentuk tubuhnya seperti rusa, habitatnya hanya ada di Sulawesi, terutama di sulawesi tenggara dan sulawesi tengah, warnanya coklat kehitam-hitaman. Anoa terdiri dari species yaitu Anoa pegunungan nama latinnya ( bubalus quarlesi ) dan Anoa  daratan rendah ( Bubalus depressicornis ), kedua jenis ini termasuk binatang liar yang sangat peka terhadap kehadiran makhluk lain.

Satwa liar ini hidupnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain yang persediaan makanan cukup dan belum terjamah oleh manusia, sejak tahun 1960 kerbau mini ini sudah hampir punah dari habitatnya diperkirakan waktu itu masih tersisa 5000 ekor yang tersebar di beberapa tempat di Sulawesi. Binatang ini sering diburu untuk dimakan dagingnya, tanduk dan kulitnya dijual untuk keperluan aksesoris dan perlengakapan yang terbuat dari kulit, seperti tas ikat pinggang dan dompet

ANOA PEGUNUNGAN DAN ANOA DARATAN RENDAH

Kedua jenis anoa ini tidak jauh berbeda, baik bentuk maupun fisiknya, rata-rata berat anoa antara 150-300 Kg. Anoa berkembang biak dengan melahirkan anaknya sekali dalam setahun.

Antara Anoa pegunungan dan anoa daratan tak ada perbedaan yang menyolok, kalau Anoa daratan bulunya agak kehitam-hitaman dan nampak agak mengkilat dan lebih besar daripada Anoa pegunungan, sedang Anoa pegunungan warna bulunya agak kecoklatan.

Anoa daratan renda yang hidup di hutan tropis suka memakan pucuk dedaunan dan minum air yang mengandung garam, kebiasaan lain binatang ini berkubang,  sehingga biasa didapati juga disekitar rawa-rawa,  Anoa kerap meruncingkan tanduknya dengan menggosok-gosoknya dibatu, sebagai alat untuk menghadapi musuh.

Anoa pegunungan yang hidupnya di hutan daerah pegunungan mempunyai kebiasaan yang hampir sama dengan Anoa daratan, hanya hidupnya di sekitar pegunungan dan bentuk bulunya  dan perawakan saja yang sedikit berbeda.

POPULASI ANOA TERANCAM PUNAH

Dari penelitian yang dilakukan oleh Badan Konservasi dan sumber daya Provinsi Sulawesi Tenggara (BKSD) bahwa Fauna langkah Anoa hanya bisa ditemukan di kawasan cagar alam di daerah hutan pegunungan lambusango Kab.Buton dan dikawasan taman nasional Rawa aopa watumohai yang terletak di 3 Kabupaten yaitu Konawe selatan, bombana dan kolaka, akibat penyerobotan lahan hutan Anoa punah dari habitatnya.

Pihak BKSD  Sulawesi tenggara pada tahun 2000,  pernah berusaha menangkarkan satwa liar ini, sayang satwa ini sulit untuk berkembang biak penangkaran usaha inipun gagal.

NAMA ANOA DIABADIKAN PADA KENDARAAN TEMPUR BUATAN PINDAD

Tahukah Anda bahwa Nama Anoa telah diabadikan untuk kendaraan militer lapis baja buatan PINDAD  APS 3 , jenis kendaraan Pindad Anoa 4×4 kendaraan taktis beroda 4 jenis Armoured Personnel karier. Pindad Anoa 6 x 6 beroda 6, dan Pindad Anoa cannon 4, kendaraan panser lapis yang menggunakan senjata canon berkaliber 90 cm dan dilengkapi dengan senapan mesin coaxcial  7,62 mm, dilengkapi dengan perangkat komunikasi intercom set VHF/FM anti jamming dan berkemampuan hoping chanel, panser ini juga di lengkapi teropong malam ( night vision google ) GPS dan perangkat sensor senjata.

Akankah binatang Anoa punah dari habitatnya dan digantikan oleh panser ? hanya tinggal menunggu waktu saja apabila masyarakat tidak menghentikan pemalakan hutan dan pemerintah setempat tidak bertindak tegas terhadap penyerobotan hutan di habitat asli Anoa

Mengenal Koteka Papua

Tak asing lagi bagi Anda mengenal Koteka sebagai salah satu pakaian tradisi Papua yang sebenarnya. Koteka adalah alat khusus penutup kelamin lelaki di Papua. Bentuknya panjang, terbuat dari kulit buah labu tua yang sudah dikeluarkan isi dan bijinya, kemudian dijemur atau dikeringkan. Setelah itu, batang labu diukir dan dibubuhi gambar warna-warni, dihiasi bulu binatang dan manik-manik.

Kata koteka berarti pakaian, diambil dari bahasa salah satu suku di Kabupaten Paniai. Di Wamena, penutup ini disebut holim atau horim. Ada beberapa ukuran, tergantung besar kecilnya fisik si pemakai. Pun berkaitan dengan aktivitas pengguna, apakah hendak bekerja atau pergi ke upacara adat. Koteka yang pendek digunakan saat bekerja, dan yang panjang berikut hiasan lengkap digunakan saat pelaksanaan upacara adat.

Cukup unik memang bentuknya, apalagi jika Anda wisatawan dari luar Papua. Namun bagi masyarakat asli Papua, pakaian ini dianggap wajar tanpa ada norma yang harus ditakuti ataupun sebagai pertentangan.

Sangat luar biasa namun langka ketika Anda berada di tanah Jayapura. Oleh-oleh ataupun suvenir adalah keharusan bagi Anda untuk segera dibawa dari lokasi kunjungan dan diberikan kepada mereka yang menunggu di rumah. Sebagai bahan referensi untuk membeli aneka suvenir, berkunjunglah di sekitar pasar Hamadi, Jayapura, Papua.

Rabu, 16 November 2011

5 Olahraga Asli Indonesia

Apakah olahraga favorit anda? Sepakbola? Bowling? Atau mungkin bersepeda? Apapun olahraga kesukaan anda, jika anda rutin melakukannya, pasti akan membawa dampak yang baik bagi kesehatan tubuh dan juga mental anda. Karena olahraga seperti sepakbola misalnya, tidak hanya menyehatkan fisik tetapi juga melatih interaksi sosial anda.



Di antara banyak olahraga di Indonesia, tahukah anda jenis olahraga apa saja yang asli ‘milik’ Indonesia? Berikut ini daftar lima olahraga asli Indonesia. Beberapa diantaranya masih bertahan hingga sekarang, sebagian lainya mungkin pernah anda mainkan sewaktu kecil, dan bahkan ada yang bisa jadi namanya saja belum pernah anda dengar sampai sekarang:

1.  Sepak Takraw

Olahraga apakah yang dimainkan dengan cara seperti bermain sepakbola dan bola voli, tetapi dilakukan di lapangan bulu tangkis? Ya, sepak takraw! Olahraga ini berasal dari zaman Kesultanan Malaka (1402-1511) dan disebut juga dengan nama sepak raga. Jumlah pemain dalam sebuah permainan adalah tiga orang untuk masing-masing regu. Pemain sepak takraw tidak boleh menyentuh bola dengan tangan, dan hanya boleh menggunakan kaki mereka sehingga sekilas gerakan-gerakan dalam permainan sepak takraw mirip dengan gerakan seni bela diri. Olahraga ini telah sejak lama ‘diperebutkan’ atau diklaim oleh berbagai Negara dari mulai Malaysia, Laos, Filipina, hingga Thailand. Walaupun bukti-bukti yang kuat dari pakar sejarah bisa membuktikan bahwa sepak takraw adalah olahraga tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan, tidak akan ada artinya jika kita sebagai rakyat Indonesia tidak mempertahankannya dan melestarikannya. Jangan sampai setelah terlanjur kecolongan baru kita kebakaran jenggot.



2.   Pathol

Pathol adalah olahraga gulat tradisional yang berasal dari Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Konon permainan Pathol telah ada sejak jaman Majapahit, yang awalnya merupakan acara sayembara untuk mencari kesatria terbaik yang bisa menjaga pelabuhan Tuban yang pada waktu itu ramai oleh perompak dan penyamun. Gerakan-gerakan pathol kemudian diadaptasi dan dikembangkan oleh pemuda dan masyarakat setempat hingga akhirnya tumbuh menjadi olahraga yang digemari dan bahkan dijadikan kesenian tradisional. Gulat pathol yang umumnya digelar di pesisir pantai ini sering diselenggarakan setiap menjelang purnama atau pada hari-hari khusus misalnya bertepatan dengan upacara sedekah laut.



3.  Karapan Sapi

Karapan Sapi adalah olahraga pacuan sapi yang berasal dari Madura. Dalam permainan yang satu ini, sepasang sapi lah yang ‘berolahraga’ dengan menarik semacam kereta kayu melewati lintasan sepanjang 100 meter. Joki sapi hanya perlu berdiri di kereta kayu dan mengendalikan laju sapi-sapinya agar tidak oleng. Tetapi jangan dikira menjadi joki karapan sapi itu pekerjaan yang mudah ya, karena tentu saja diperlukan latihan dan keahlian yang khusus. Keseriusan warga Madura dan pemerintah Indonesia dalam melestarikan karapan sapi tidak main-main. Karapan sapi kini telah menjadi sebuah ajang pesta rakyat yang mampu menyedot ribuan pengunjung dari dalam maupun luar negeri. Setiap akhir bulan September atau Oktober bahkan diadakan pertandingan karapan sapi terbesar yang memperebutkan Piala Bergilir Presiden. Sayangnya dibalik kemeriahan ini sering ditemukan pelanggaran para peserta yang kerap memperlakukan sapi-sapinya dengan kejam agar bisa berlari dengan kencang. Kebiasaan ini tentu saja sangat melenceng dari nilai aslinya dan selayaknya patut ditindaklanjuti dengan tegas oleh pihak penyelenggara.



 4. Pencak Silat

Pencak Silat merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Indonesia yang sudah berkembang sejak jaman dahulu kala. Pencak silat berakar pada budaya Melayu dan telah dikenal luas di berbagai Negara seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura. Pencak silat di Indonesia tidak hanya satu macam saja. Banyak versi olahraga pencak silat yang berkembang sesuai dengan nilai budaya masyarakat setempat. Misalnya pencak silat aliran Cimande yang konon bermula dari kisah seorang perempuan yang menyaksikan pertarungan antara harimau dengan kera, kemudian meniru gerakan kedua hewan tersebut. Ada pula silat atau silek yang berasal dari ranah Minang, yang diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan Tanah Datar pada abad XI. Induk organisasi pencak silat di Indonesia saat ini adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Ada pula organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat dari berbagai Negara yang bernama Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (PERSILAT) yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.



5. Pacu Jalur

Pacu Jalur adalah jenis olahraga perahu dayung tradisional yang berasal dari Riau. Perahu pada perlombaan pacu jalur memiliki panjang sekitar 25-40 meter dengan awak perahu sebanyak 40 sampai 60 orang. Pada awalnya pacu jalur diselenggarakan di kampong-kampung sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Idul Fitri, atau tahun baru Muharam. Kini acara pacu jalur  sudah masuk ke dalam kalender pariwisata nasional, setiap tahun pada tanggal 23-26 Agustus diadakan festival pacu jalur dalam rangkaian peringatan kemerdekaan Indonesia (17 Agustus-an). Pacu jalur biasanya diadakan di Sungai Batang Kuantan yang pada jaman dahulu kala merupakan simbol identitas sosial karena hanya datuk-datuk dan bangsawan saja yang bertransportasi melalui jalur tersebut.


Selasa, 15 November 2011

Wisata Sejarah Di Merauke

Kabupaten Merauke merupakan salah satu dari kabupaten/kota yang ada di Provinsi Papua.
Bila di sebelah Timur Merauke berbatasan dengan PNG, maka di Utara berhadapan dengan Kabupaten Boven Digul dan Kabupaten Mappi. Sedangkan di bagian Barat dengan Kabupaten Asmat dan di Selatan terbentang Laut Arafura.
Dengan luas wilayah 45.071 kilometer persegi, Kabupaten Merauke memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Sementara pariwisata dan budaya merupakan salah satu potensi yang turut mendukung.

Beberapa Wisata Sejarah di Merauke :
 
Wisata Sejarah
Beberapa tugu yang dibangun di Merauke  serta tempat pengasingan Soekarno-Hatta, sebagai media memperingati suatu peristiwa yang bersejarah
 
Tugu Merauke
Tugu Merauke.jpg
Tugu yang letaknya di jantung kota ini merupakan tugu untuk mengenang peristiwa kedatangan bangsa asing ke Merauke. Kedatangan bangsa Belanda melalui Sungai Maro hingga bertemu dengan Suku Marind – suku asli Merauke. Dimana pada peristiwa tersebut terjadi kesalahpaaham pengertian bahasa antara Suku Marind dengan bangsa Belanda. Saat menanyakan mengenai sungai yang mereka lalui, Suku Marind menjawabnya dengan ucapan “Maro-Ka-Ahe” yang artinya “ini Sungai Maro”. Hingga akhirnya menjadi kata Merauke.
 
Pada tugu ini terdapat patung seorang asing bersama dua orang Suku Marind yang berpakaian tradisional sedang mengangkat sebuah hati dan salah satu orangnya menunjuk ke satu arah, yang berarti hati mereka satu dan mereka memiliki tujuan yang sama tanpa ada memandang perbedaan. Itulah yang menggambarkan motto atau semboyan dari kota Merauke “Izakod Bekai Izakod Kai”, yang artinya “Satu Hati Satu Tujuan”.
 
 
Tugu Pepera
tugu pepera.JPGMudah saja untuk anda menemukan tugu ini, karena letaknya yang berada di pusat kota. Tugu Pepera ini dibangun pada 17 September 1969 untuk memperingati bersatunya wilayah Irian Barat (sekarang Papua) ke negara Indonesia.
 
 
Tugu L B Moerdani
tugu lb moerdani.jpg
Tugu L.B. Moerdani, merupakan sebuah tugu peringatan peristiwa penerjunan Tentara Indonesia di bumi Papua untuk merebut Irian Barat (sekarang Papua) dari tangan pemerintah Belanda. Penerjunan ini dilakukan pada tanggal 4 Juni 1962 yang dipimpin oleh Mayor L.B. Moerdani. Tugu yang merupakan persembahan dari masyarakat Merauke untuk menghormati jasa para pejuang pembebasan Irian Barat ini, diresmikan pada tanggal 2 Oktober 1989, dan terletak di distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke.
 
 
Tugu Kembaran
tugu kembar sabang merauke.jpg
Yaitu tugu Sabang-Merauke, tugu kembaran yang hanya terdapat di Sabang dan Merauke. Bentuknya yang sama menggambarkan luas wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Tugu yang masuk ke dalam Distrik Sota ini berjarak sekitar 80 kilometer dari Kota Merauke. Di dekat tugu berdiri pos yang dijaga oleh personil TNI. Tempat yang dulu sepi kini berubah menjadi ramai karena di sekitarnya berjejer warung-warung makanan yang dikelola oleh para pendatang, umumnya berasal dari Pulau Jawa.
 
 
Tugu Perbatasan RI-PNG
tugu perbatasan.JPG
Tak jauh dari Tugu Sabang-Merauke, kurang lebih 500 meter, berdiri sebuah tugu yang merupakan garis batas Indonesia dan PNG. Tugu setinggi kira-kira 1,6 meter ini diresmikan pada November 1983. Batas tanda ditetapkan dengan koordinat posisi lintang selatan 8 derajat 25' 45" dan bujur timur 141 derajat 01' 10". Kawasan setelah tugu sebenarnya merupakan daerah tak bertuan (no-man's land) namun sering digunakan pelintas batas sebagai jalan setapak untuk kegiatan ekonomi.
 
 
Tempat di asingkannya Soekarno-Hatta
 
 boven digoel.gif
Anda juga bisa melihat tempat dimana Presiden dan Wakil Presiden pertama, di asingkan ke penjara bawah tanah oleh kaum muda demi kemerdekaan Indonesia. Yang bertempat kurang lebih 600km dari Kabupaten Merauke. Yaitu tepatnya di Kabupaten Boven  Digoel.
 

Tradisi Mayat Berjalan Tana Toraja

http://img192.imageshack.us/img192/5403/prosesitanatoraja.jpgKonon di sebuah gua di desa Sillanang sejak tahun 1905 telah ditemukan mayat manusia yang utuh, tidak busuk sampai sekarang. Mayat itu tidak dibalsem seperti yang dilakukan orang-orang Mesir kuno bahkan tidak diberi ramuan apapun. Tapi bisa tetap utuh. Menurut pendapat Tampubolon, kemungkinan ada semacam zat yang diduga khasiatnya dapat mengawetkan mayat manusia. Kalau saja ada ahli geologi dan kimia yang mau membuang waktu menyelidiki tempat itu, mungkin teka - teki gua Sillanang dapat dipatahkan. Di samping mayat yang tidak dapat membusuk, ada pula mayat manusia yang bisa berjalan diatas kedua kakinya, bagaikan orang hidup yang tidak ekurangan suatu apapun. Kalau mau dicari perbedaanya, ada, tapi tidak begitu kelihatan. Konon menurut Tampubolon, sang mayat berjalan kaku dan agak tersentak-sentak. Dan dalam perjalanan itu ia tidak bisa sendirian, ia harus ditemani oleh satu orang yang hidup untuk mengawalnya sampai ketujuan akhir yaitu rumahnya sendiri. Mengapa harus demikian?Begini Ceritanya. Orang-orang Toraja biasa menjelajah daerahnya yang bergunung-gunung dan banyak jurang itu hanya dengan berjalan kaki. Dari zaman dahulu hingga sekarang tetap begitu. Mereka tidak mengenal pedati,delman, gerobak atau semacamnya. Nah dalam perjalanan yang berat itu ada kemungkinan jatuh sakit atau meninggal. Agar mayat tidak ditinggal didaerah yang tidak dikenal (orang Toraja sangat menghormati setiap roh manusia yang telah meninggal) selain itu juga agar ia tidak menyusahkan manusia lainnya (akan sangat tidak mungkin menggotong terus-menerus jenazah sepanjang perjalanan yang memakan waktu berhari-hari bahkan minggu), maka dengan satu ilmu gaib, mungkin sejenis hipnotisme menurut istilah zaman sekarang, mayat diharuskan pulang berjalan kaki dan baru berhenti bila ia sudah meletakkan badannya didalam rumahnya sendiri. Dan yang anehnya, mayat itu tahu arah jalan, dan tahu yang mana rumahnya!. Kendati demikian masih ada satu pantangan yaitu: Mayat yang berjalan itu tidak boleh disentuh, Mungkin jika disentuh mukjizat yang menyulapnya dengan serta merta akan hilang. Wallahu'alam.

Pada zaman sekarang sudah sangat jarang orang Toraja yang mempraktekkan hal tersebut walaupun masih banyak generasi yang memiliki ilmu seperti itu. akan tetapi mereka masih sering mempraktekkannya pada binatang seperti ayam atau kerbau yang diadu dalam keadaan leher terputus. Binatang seperti kerbau yang sudah dipotong kepalanya dan dikuliti sekalipun, masih bisa dibuat berdiri dan berlari kencang, mengamuk kesana sini!

http://www.viajesconmitia.com/wp-content/uploads/2010/11/kk_carabao_sacrifice.jpg

Keanehan terakhir yang tidak begitu menakjubkan di Tana Toraja adalah " Ballo' " (Tuak) yang jika diminum tidak akan memabukkan, walaupun anda banyak meminumnya. Tuak yang diramu dengan sejenis kulit kayu ini, disamping memanaskan badan juga menambah tenaga dan memperpanjang umur. Mungkin benar juga, karena usia penduduk disana rata-rata mencapai 80 sampai 100 tahun. Apakah ballo akan sama mujarabnya jika diminum diluar Toraja?
 http://korantoraja.files.wordpress.com/2008/12/rambu-solo-34.jpg?w=450&h=337

Minggu, 13 November 2011

My Life My Adventure, Indonesia



Luar Biasa!
Itulah kata pertama yang saya rasakan saat melihat iklan Djarum Super ini. Bagaimana tidak? Dalam iklan ini, kita bisa melihat petualangan besar para pelaku iklan tersebut dalam mengelilingi Indonesia. Mereka benar-benar mengelilingi Indonesia dalam waktu SATU BULAN saja. 

Dalam waktu 30 hari itu, para kru Djarum Super berhasil mendatangi bermacam-macam tempat di Indonesia, baik di Way Kambas, Krakatau, Bali, bahkan sampai ke Papua. It's SO GREAT! 
Saya menyadari, betapa indah kekayaan alam di Indonesia. Indonesia begitu banyak menyimpan potensi alam yang melimpah yang bisa dimanfaatkan terutama di bidang pariwisata. Namun, potensi-potensi alam tersebut nampak belum begitu dikenal karena pemerintah mungkin masih terlalu sibuk untuk mengurusi yang dekat-dekat saja.

Kembali ke masalah iklan, mungkin masih banyak dari anda-anda semua belum pernah melihat iklan tersebut sebelumnya. Memang iklan tersebut umumnya hanya tayang pada jam-jam tertentu saja. Biasa lah, iklan rokok. Iklan ini biasanya tayang pada waktu malam hari di atas jam 21.00 atau pada saat ada event tertentu di televisi dimana djarum super menjadi sponsornya. 

Masih banyak iklan di televisi tapi tampak tidak bermutu dan asal-asalan dalam membuat iklan. Menurut saya iklan ini lah yang pantas disebut iklan yang sesungguhnya. Selain menyampaikan pesan tersurat yaitu, "Rokok dapat menyebabkan kantuk, serangan jantung, impotensi, dan gangguan pada kehamilan dan janin", iklan ini juga menyampaikan pesan tersirat yaitu, "Keindahan alam Indonesia yang menakjubkan yang begitu banyak, harus kita manfaatkan dan kita jaga dan jangan sampai kita menyesal nantinya".

Oh, ya... Suatu saat nanti saya juga ingin berkeliling negeri Indonesia seperti dalam iklan itu. Karena harapan dan keinginan adalah awal dari kesuksesan itu. Jangan mudah menyerah untuk meraihnya. My Life, My Adventure, Indonesia.......

Jumat, 11 November 2011

Legenda Reog Ponorogo dan Warok

reog151 Salah satu ciri khas seni budaya Kabupaten Ponorogo Jawa Timur adalah kesenian Reog Ponorogo. Reog, sering diidentikkan dengan dunia hitam, preman atau jagoan serta tak lepas pula dari dunia mistis dan kekuatan supranatural. Reog mempertontonkan keperkasaan pembarong dalam mengangkat dadak merak seberat sekitar 50 kilogram dengan kekuatan gigitan gigi sepanjang pertunjukan berlangsung. Instrumen pengiringnya, kempul, ketuk, kenong, genggam, ketipung, angklung dan terutama salompret, menyuarakan nada slendro dan pelog yang memunculkan atmosfir mistis, unik, eksotis serta membangkitkan semangat. Satu group Reog biasanya terdiri dari seorang Warok Tua, sejumlah warok muda, pembarong dan penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono. Jumlah kelompok reog berkisar antara 20 hingga 30-an orang, peran utama berada pada tangan warok dan pembarongnya.
reog241Seorang pembarong, harus memiliki kekuatan ekstra. Dia harus mempunyai kekuatan rahang yang baik, untuk menahan dengan gigitannya beban “Dadak Merak” yakni sebentuk kepala harimau dihiasi ratusan helai bulu-bulu burung merak setinggi dua meter yang beratnya bisa mencapai 50-an kilogram selama masa pertunjukan. Konon kekuatan gaib sering dipakai pembarong untuk menambah kekuatan ekstra ini, salah satunya dengan cara memakai susuk, di leher pembarong. Untuk menjadi pembarong tidak cukup hanya dengan tubuh yang kuat. Seorang pembarong pun harus dilengkapi dengan sesuatu yang disebut kalangan pembarong dengan wahyu yang diyakini para pembarong sebagai sesuatu yang amat penting dalam hidup mereka. Tanpa diberkati wahyu, tarian yang ditampilkan seorang pembarong tidak akan tampak luwes dan enak untuk ditonton. Namun demikian persepsi misitis pembarong kini digeser dan lebih banyak dilakukan dengan pendekatan rasional. Menurut seorang sesepuh Reog, Mbah Wo Kucing “Reog itu nggak perlu ndadi. Kalau ndadi itu ya namanya bukan reog, itu jathilan. Dalam reog, yang perlu kan keindahannya“.

Legenda Cerita Reog 
 
Reog dimanfaatkan sebagai sarana mengumpulkan massa dan merupakan saluran komunikasi yang efektif bagi penguasa pada waktu itu. Ki Ageng Mirah kemudian membuat cerita legendaris mengenai Kerajaan Bantaranangin yang oleh sebagian besar masyarakat Ponorogo dipercaya sebagai sejarah. Adipati Batorokatong yang beragama Islam juga memanfaatkan barongan ini untuk menyebarkan agama Islam. Nama Singa Barongan kemudian diubah menjadi Reog, yang berasal dari kata Riyoqun, yang berarti khusnul khatimah yang bermakna walaupun sepanjang hidupnya bergelimang dosa, namun bila akhirnya sadar dan bertaqwa kepada Allah, maka surga jaminannya. Selanjutnya kesenian reog terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Kisah reog terus menyadur cerita ciptaan Ki Ageng Mirah yang diteruskan mulut ke mulut, dari generasi ke generasi. 

Menurut legenda Reog atau Barongan bermula dari kisah Demang Ki Ageng Kutu Suryonggalan yang ingin menyindir Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V. Sang Prabu pada waktu itu sering tidak memenuhi kewajibannya karena terlalu dipengaruhi dan dikendalikan oleh sang permaisuri. Oleh karena itu dibuatlah barongan yang terbuat dari kulit macan gembong (harimau Jawa) yang ditunggangi burung merak. Sang prabu dilambangkan sebagai harimau sedangkan merak yang menungganginya melambangkan sang permaisuri. Selain itu agar sindirannya tersebut aman, Ki Ageng melindunginya dengan pasukan terlatih yang diperkuat dengan jajaran para warok yang sakti mandraguna. Di masa kekuasaan Adipati Batorokatong yang memerintah Ponorogo sekitar 500 tahun lalu, reog mulai berkembang menjadi kesenian rakyat. Pendamping Adipati yang bernama Ki Ageng Mirah menggunakan reog untuk mengembangkan kekuasaannya. 

Reog mengacu pada beberapa babad, Salah satunya adalah babad Kelana Sewandana. Babad Klana Sewandana yang konon merupakan pakem asli seni pertunjukan reog. Mirip kisah Bandung Bondowoso dalam legenda Lara Jongrang, Babad Klono Sewondono juga berkisah tentang cinta seorang raja, Sewondono dari Kerajaan Jenggala, yang hampir ditolak oleh Dewi Sanggalangit dari Kerajaan Kediri. Sang putri meminta Sewondono untuk memboyong seluruh isi hutan ke istana sebagai mas kawin. Demi memenuhi permintaan sang putri, Sewandono harus mengalahkan penunggu hutan, Singa Barong (dadak merak). Namun hal tersebut tentu saja tidak mudah. Para warok, prajurit, dan patih dari Jenggala pun menjadi korban. Bersenjatakan cemeti pusaka Samandiman, Sewondono turun sendiri ke gelanggang dan mengalahkan Singobarong. Pertunjukan reog digambarkan dengan tarian para prajurit yang tak cuma didominasi para pria tetapi juga wanita, gerak bringasan para warok, serta gagah dan gebyar kostum Sewandana, sang raja pencari cinta.
 
Versi lain dalam Reog Ponorogo mengambil kisah Panji. Ceritanya berkisar tentang perjalanan Prabu Kelana Sewandana mencari gadis pujaannya, ditemani prajurit berkuda dan patihnya yang setia, Pujangganong. Ketika pilihan sang prabu jatuh pada putri Kediri, Dewi Sanggalangit, sang dewi memberi syarat bahwa ia akan menerima cintanya apabila sang prabu bersedia menciptakan sebuah kesenian baru. Dari situ terciptalah Reog Ponorogo. Huruf-huruf reyog mewakili sebuah huruf depan kata-kata dalam tembang macapat Pocung yang berbunyi: Rasa kidung/ Ingwang sukma adiluhung/ Yang Widhi/ Olah kridaning Gusti/ Gelar gulung kersaning Kang Maha Kuasa. Unsur mistis merupakan kekuatan spiritual yang memberikan nafas pada kesenian Reog Ponorogo.
 
Warok

Warok sampai sekarang masih mendapat tempat sebagai sesepuh di masyarakatnya. Kedekatannya dengan dunia spiritual sering membuat seorang warok dimintai nasehatnya atas sebagai pegangan spiritual ataupun ketentraman hidup. Seorang warok konon harus menguasai apa yang disebut Reh Kamusankan Sejati, jalan kemanusiaan yang sejati.

reog231Warok adalah pasukan yang bersandar pada kebenaran dalam pertarungan antara kebaikan dan kejahatan dalam cerita kesenian reog. Warok Tua adalah tokoh pengayom, sedangkan Warok Muda adalah warok yang masih dalam taraf menuntut ilmu. Hingga saat ini, Warok dipersepsikan sebagai tokoh yang pemerannya harus memiliki kekuatan gaib tertentu. Bahkan tidak sedikit cerita buruk seputar kehidupan warok. Warok adalah sosok dengan stereotip: memakai kolor, berpakaian hitam-hitam, memiliki kesaktian dan gemblakan.Menurut sesepuh warok, Kasni Gunopati atau yang dikenal Mbah Wo Kucing, warok bukanlah seorang yang takabur karena kekuatan yang dimilikinya. Warok adalah orang yang mempunyai tekad suci, siap memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. “Warok itu berasal dari kata wewarah. Warok adalah wong kang sugih wewarah. Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik”.Warok iku wong kang wus purna saka sakabehing laku, lan wus menep ing rasa” (Warok adalah orang yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin).
 
Syarat menjadi Warok

Warok harus menjalankan laku. “Syaratnya, tubuh harus bersih karena akan diisi. Warok harus bisa mengekang segala hawa nafsu, menahan lapar dan haus, juga tidak bersentuhan dengan perempuan. Persyaratan lainnya, seorang calon warok harus menyediakan seekor ayam jago, kain mori 2,5 meter, tikar pandan, dan selamatan bersama. Setelah itu, calon warok akan ditempa dengan berbagai ilmu kanuragan dan ilmu kebatinan. Setelah dinyatakan menguasai ilmu tersebut, ia lalu dikukuhkan menjadi seorang warok sejati. Ia memperoleh senjata yang disebut kolor wasiat, serupa tali panjang berwarna putih, senjata andalan para warok. Warok sejati pada masa sekarang hanya menjadi legenda yang tersisa. Beberapa kelompok warok di daerah-daerah tertentu masih ada yang memegang teguh budaya mereka dan masih dipandang sebagai seseorang yang dituakan dan disegani, bahkan kadang para pejabat pemerintah selalu meminta restunya.
 
Gemblakan

Selain segala persyaratan yang harus dijalani oleh para warok tersebut, selanjutnya muncul disebut dengan Gemblakan. Dahulu warok dikenal mempunyai banyak gemblak, yaitu lelaki belasan tahun usia 12-15 tahun berparas tampan dan terawat yang dipelihara sebagai kelangenan, yang kadang lebih disayangi ketimbang istri dan anaknya. Memelihara gemblak adalah tradisi yang telah berakar kuat pada komunitas seniman reog. Bagi seorang warok hal tersebut adalah hal yang wajar dan diterima masyarakat. Konon sesama warok pernah beradu kesaktian untuk memperebutkan seorang gemblak idaman dan selain itu kadang terjadi pinjam meminjam gemblak. Biaya yang dikeluarkan warok untuk seorang gemblak tidak murah. Bila gemblak bersekolah maka warok yang memeliharanya harus membiayai keperluan sekolahnya di samping memberinya makan dan tempat tinggal. Sedangkan jika gemblak tidak bersekolah maka setiap tahun warok memberikannya seekor sapi. Dalam tradisi yang dibawa oleh Ki Ageng Suryongalam, kesaktian bisa diperoleh bila seorang warok rela tidak berhubungan seksual dengan perempuan. Hal itu konon merupakan sebuah keharusan yang berasal dari perintah sang guru untuk memperoleh kesaktian. 

Kewajiban setiap warok untuk memelihara gemblak dipercaya agar bisa mempertahankan kesaktiannya. Selain itu ada kepercayaan kuat di kalangan warok, hubungan intim dengan perempuan biarpun dengan istri sendiri, bisa melunturkan seluruh kesaktian warok. Saling mengasihi, menyayangi dan berusaha menyenangkan merupakan ciri khas hubungan khusus antara gemblak dan waroknya. Praktik gemblakan di kalangan warok, diidentifikasi sebagai praktik homoseksual karena warok tak boleh mengumbar hawa nafsu kepada perempuan. 
 
Saat ini memang sudah terjadi pergeseran dalam hubungannya dengan gemblakan. Di masa sekarang gemblak sulit ditemui. Tradisi memelihara gemblak, kini semakin luntur. Gemblak yang dahulu biasa berperan sebagai penari jatilan (kuda lumping), kini perannya digantikan oleh remaja putri. Padahal dahulu kesenian ini ditampilkan tanpa seorang wanita pun.
 
Reog di masa sekarang

Seniman Reog Ponorogo lulusan sekolah-sekolah seni turut memberikan sentuhan pada perkembangan tari reog ponorogo. Mahasiswa sekolah seni memperkenalkan estetika seni panggung dan gerakan-gerakan koreografis, maka jadilah reog ponorogo dengan format festival seperti sekarang. Ada alur cerita, urut-urutan siapa yang tampil lebih dulu, yaitu Warok, kemudian jatilan, Bujangganong, Klana Sewandana, barulah Barongan atau Dadak Merak di bagian akhir. Saat salah satu unsur tersebut beraksi, unsur lain ikut bergerak atau menari meski tidak menonjol. Beberapa tahun yang lalu Yayasan Reog Ponorogo memprakarsai berdirinya Paguyuban Reog Nusantara yang anggotanya terdiri atas grup-grup reog dari berbagai daerah di Indonesia yang pernah ambil bagian dalam Festival Reog Nasional. Reog ponorogo menjadi sangat terbuka akan pengayaan dan perubahan ragam geraknya.

Kamis, 10 November 2011

Sejarah Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mempunyai sejarah jauh lebih panjang daripada Republik ini sendiri. Bahasa Indonesia telah dinyatakan sebagai bahasa nasional sejak tahun 1928, jauh sebelum Indonesia merdeka. Saat itu bahasa Indonesia dinyatakan sebagai bahasa persatuan dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai perekat bangsa. Saat itu bahasa Indonesia menjadi bahasa pergaulan antaretnis (lingua franca) yang mampu merekatkan suku-suku di Indonesia. Dalam perdagangan dan penyebaran agama pun bahasa Indonesia mempunyai posisi yang penting.

Deklarasi Sumpah Pemuda membuat semangat menggunakan bahasa Indonesia semakin menggelora. Bahasa Indonesia dianjurkan untuk dipakai sebagai bahasa dalam pergaulan, juga bahasa sastra dan media cetak. Semangat nasionalisme yang tinggi membuat perkembangan bahasa Indonesia sangat pesat karena semua orang ingin menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa.

Pada tahun 1930-an muncul polemik apakah bisa bahasa Indonesia yang hanya dipakai sebagai bahasa pergaulan dapat menjadi bahasa di berbagai bidang ilmu. Akhirnya pada tahun 1938 berlangsung Kongres Bahasa Indonesia yang pertama di Solo. Dalam pertemuan tersebut, semangat anti Belanda sangat kental sehingga melahirkan berbagai istilah ilmu pengetahuan dalam bahasa Indonesia. Istilah belah ketupat, jajaran genjang, merupakan istilah dalam bidang geometri yang lahir dari pertemuan tersebut.

Ketika penjajah Jepang mulai masuk ke Indonesia, mereka semakin mendorong penggunaan bahasa Indonesia. Pada tahun 1953, Poerwodarminta mengeluarkan Kamus Bahasa Indonesia yang pertama. Di situ tercatat jumlah lema (kata) dalam bahasa Indonesia mencapai 23.000. Pada tahun 1976, Pusat Bahasa menerbitkan Kamus Bahasa Indonesia, dan terdapat 1.000 kata baru. Artinya, dalam waktu 23 tahun hanya terdapat 1.000 penambahan kata baru. Tetapi pada tahun 1988, terjadi loncatan yang luar bisa. Dari 24.000 kata, telah berkembang menjadi 62.000. Selain itu, setelah bekerja sama dengan Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei, berhasil dibuat 340.000 istilah di berbagai bidang ilmu. Malahan sampai hari ini, Pusat Bahasa berhasil menambah 250.000 kata baru. Dengan demikian, sudah ada 590.000 kata di berbagai bidang ilmu. Sementara kata umum telah berjumlah 78.000.

Menyusuri Keindahan Pulau Weh

ImageProvinsi Aceh menyimpan objek pariwisata yang menarik untuk didatangi, selain wisata budaya dan sejarah ada bebarapa objek wisata alam yang indah di sana. Salah satunya adalah wisata bahari yang dimilki pulau Sabang atau pulau weh. Terletak diujung barat Indonesia Sabang dikenal karena keindahan alam bawah lautnya dan pantai – pantai Indah yang dimilikinya.

Dari pelabuhan Feri Ulee Lheue Banda Aceh menuju pulau Sabang tersedia fery kecil dengan jadwal pemberangkatan dua kali sehari, waktu yang ditempuh kurang dari 1 jam . Terdapat pula fery besar yang dapat memuat mobil dengan jadwal sekali dalam sehari.

Sampai di pelabuhan fery di kota Balohan, penumpang kapal disambut dengan berbagai angkutan umum mulai dari ojek, becak motor, taxi plat kuning dan taxi plat hitam.

Sabang merupakan pulau kecil dengan luas 156,3 km², tetapi memiliki banyak pegunungan dengan puncak tertinggi 617 meter. Berbagai obyek ekoturisme yang sangat menarik terutama resor pantai, danau, mendaki gunung, air terjun dan menelusuri Goa alam terdapat di pulau kecil tersebut. Dan tentunya olahraga air yang menjadi andalan di Pulau ini wajib anda coba seperti, snorkeling, diving maupun fishing.

Di Sabang terdapat panorama taman bawah air yang indah. Pulau Sabang merupakan salah satu perairan yang ideal untuk olah raga selam/ diving. Malah taman laut di sini adalah salah satu taman laut terbaik di dunia. Pada hari libur antara bulan Mei sampai Agustus, banyak sekali turis asing yang berkunjung ke sini, untuk menyelam menikmati keindahan taman laut yang terdiri dari bermacam koral dan ikan laut yang berwarna-warni.

Wisatawan yang tak mahir menyelam bisa menyewa kapal menyusuri pulau Sabang, atau mandi di tepi pantai yang memiliki pasir putih dan ombaknya yang jernih.

Pantai Gapang

Image Pantai Gapang adalah salah satu dari beberapa rentetan pantai karang terindah di Pulau Sabang. Keindahan alamnya serta kelengkapan fasilitasnya tidak perlu disangsikan lagi. Untuk mencapai Pantai Gapang, Anda bisa melalui jalur darat dan laut. Lewat jalur laut—naik boat, Pantai Gapang berjarak 7 km dari Kota Sabang. Jika lewat darat, perjalanan dari Kota Sabang sekitar 20 km, yaitu dengan jalan beraspal dan cukup nyaman untuk dilalui.

Di Pagi hari suasana pantai terasa lebih hening dan nyaman. Pengunjung dapat menyaksikan keindahan sunrise yang penuh pesona. Di lokasi pantai banyak sekali terdapat tempat penginapan dengan harga terjangkau, juga ada tempat penyewaan Boat untuk menikmati Taman laut sabang. Untuk urusan makanan, pengunjung tidak perlu bingung. Di sepanjang pantai berjejer kedai makanan maupun kafe-kafe yang menjual berbagai makanan dan minuman.

Pantai ini juga memiliki dermaga yang cocok untuk berlabuh kapal layar/yacht. Pada tiap bulan September diadakan lomba kapal layar internasional dengan tajuk “Sabang International Regatta” yang diikuti puluhan kapal layar berbagai negara. Kawasan pantai ini cocok untuk persinggahan kapal layar/yacht untuk menikmati keindahan alam bawah laut pantai Gapang.

Pantai iboih


Image Kawasan pantai ini dilengkapi oleh motel terbangun dari konstruksi kayu dengan tampilan arsitektur tropis yang menarik. Di sini tersedia pula ruang konferensi yang langsung menghadap ke laut. Daerah ini dikembangkan dengan prasarana dan prasarana wisata yang memadai.

Pantai berikut yang wajib dikunjungi pantai Iboih yang merupakan surganya pecinta olah raga berenang di bawah laut atau “Diving”. Semua perlengkapan menyelam dapat disewa di sini. Kawasan ini dilingkupi hutan yang nampak sangat alami. Sarana dan prasarana untuk memenuhi keperluan wisatawan seperti kafe dan hotel telah tersedia dengan lengkap. Bagi turis yang hendak menikmati pemandangan bawah laut menyaksikan terumbu karang dan ikan warna warni, dapat menggunakan jasa perahu untuk mengantar sampai ke lokasi penyelaman di sekitar pulau Rubiah yang terkenal sebagai tempat pariwisata menyelam karena keindahan ikan dan terumbu karangnya. Pulau Rubiah terletak dekat sekali dengan pantai Iboih.

Titik 0 Km Indonesia

Sabang dikenal sebagai lokasi terbarat dari wilayah Nusantara, meskipun kenyataannya titik kilometer nol terbarat Indonesia masih terletak beberapa kilo meter sebelah barat kota Sabang. Pada saat ini pun, di depan balai kota Sabang masih terdapat tugu yang pernah menjadi penanda lokasi titik nol terbarat Indonesia. Namun dengan berjalannya waktu rupanya letak tersebut dikoreksi sehingga dibangun lagi tugu penanda kilometer nol di ujung paling barat pulau Weh.

Image Lokasi tersebut terletak di hutan lindung “Murung Ujung”, yang semenjak tahun 1982 merupakan bagian dari suaka alam Indonesia dengan luas 34 km². Menuju lokasi kilometer nol pada sisi kiri dan kanan jalan nampak banyak monyet liar. Jalan menuju lokasi tugu penanda kilometer nol berliku liku, naik turun melewati medan yang berbukit. Pada saat kita berada di atas bukit dapat melihat panorama laut, perpaduan yang sangat indah antara warna hijau hutan lindung dan warna biru laut di kejauhan. Pada sisi kiri dan kanan jalan nampak beberapa kelompok monyet liar.

Ujung terbarat wilayah Indonesia tersebut merupakan tebing yang sangat curam, dengan ketinggian +350m di atas permukaan laut. Di sebelah barat terhapar samudera luas. Sebagai penanda tepat pada titik nol terbarat Indonesia, dibangun menara yang menjulang tinggi. Pada bagaian puncak manara nampak bertengger dengan gagahnya lambang negara kita Garuda Pancasila. Prasasti peresmian titik nol yang ditandatangani oleh Try Sutrisno tertanggal 9 September 1997 terdapat di ruang bagian bawah menara.

Posisi geografis Titik nol tersebut diukur dengan menerapkan teknologi satelit dengan “global positioning System” (GPS) oleh pakar BPPT dengan data sebagai berikut: 95ס 12’ 59,02’’ Bujur Timur dan 05 ס 54’ 21,99’’ Lintang Utara.

Bagi semua pengunjung yang sampai ke titik kilometer nol Indonesia, asalkan sebelumnya sudah lapor ke dinas pariwisata di Kota sabang, akan mendapakan Sertifikat yang ditandatangani oleh Walikota Sabang, sebagai bukti telah mengunjungi titik kilometer nol Indonesia.

Selasa, 08 November 2011

Ngaben, Pembakaran Jenazah di Bali

Ngaben adalah upacara pembakaran mayat yang dilakukan di Bali, khususnya oleh yang beragama Hindu, dimana Hindu adalah agama mayoritas di Pulau Seribu Pura ini. Di dalam Panca Yadnya, upacara ini termasuk dalam Pitra Yadnya, yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur.

Makna upacara Ngaben pada intinya adalah untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Seorang Pedanda/Pinandita mengatakan manusia memiliki Bayu, Sabda, Idep, dan setelah meninggal Bayu, Sabda, Idep itu dikembalikan ke Brahma, Wisnu, Siwa.

Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga sanak saudara dari orang yang meninggal, sebagai wujud rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya. Dalam sekali upacara ini biasanya menghabiskan dana 15 juta s/d 20 juta rupiah (saat ini sudah ada Ngaben massal yang biaya lebih irit).

Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak, tidak ada isak tangis, karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya.

Hari pelaksanaan Ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang biasanya ditentukan oleh Pedanda/Pinandita yang akan memimpin upacara. Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan keluarga dibantu oleh masyarakat akan membuat “Bade dan Lembu” yang sangat megah terbuat dari kayu, kertas warna-warni dan bahan lainnya. “Bade dan Lembu” ini merupakan tempat mayat yang akan dilaksanakan Ngaben.
Pagi hari ketika upacara ini dilaksanakan, keluarga dan sanak saudara serta masyarakat akan berkumpul mempersiapkan upacara. Mayat akan dibersihkan/dimandikan atau yang biasa disebut “Nyiramin” oleh masyarakat dan keluarga. “Nyiramin” ini dipimpin oleh orang yang dianggap paling tua didalam masyarakat.

Setelah itu mayat akan dipakaikan pakaian adat Bali seperti layaknya orang yang masih hidup. Sebelum acara puncak dilaksanakan, seluruh keluarga akan memberikan penghormatan terakhir dan memberikan doa semoga arwah yang diupacarai memperoleh tempat yang baik.

Setelah semuanya siap, maka mayat akan ditempatkan di “Bade” untuk diusung beramai-ramai ke kuburan tempat upacara Ngaben, diiringi dengan “gamelan”, “kidung suci”, dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat, di depan “Bade” terdapat kain putih yang panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya.

Di setiap pertigaan atau perempatan maka “Bade” akan diputar sebanyak 3 kali. Sesampainya di kuburan, upacara Ngaben dilaksanakan dengan meletakkan mayat di “Lembu” yang telah disiapkan diawali dengan upacara-upacara lainnya dan doa mantra dari Ida Pedanda/Pinandita, kemudian “Lembu” dibakar sampai menjadi Abu. Abu ini kemudian dibuang ke Laut atau sungai yang dianggap suci.
Setelah upacara ini, keluarga dapat tenang mendoakan leluhur dari tempat suci dan pura masing-masing. Inilah yang menyebabkan ikatan keluarga di Bali sangat kuat, karena mereka selalu ingat dan menghormati lelulur dan juga orang tuanya. Terdapat kepercayaan bahwa roh leluhur yang mengalami reinkarnasi akan kembali dalam lingkaran keluarga lagi, jadi biasanya seorang cucu merupakan reinkarnasi dari orang tuanya.


sumber : http://ankerzone.wordpress.com

Ini Kiprah 7 Pahlawan Nasional Baru yang Ditetapkan 2011


Sjafruddin Prawiranegara
Pemerintah menetapkan 7 pahlawan nasional baru. Mereka datang dari berbagai latar belakang dengan aneka jasa dan sumbangsih bagi bumi pertiwi. Mulai dari tokoh kunci pergerakan nasional, ulama, pionir pendidikan, sampai sultan.

Berikut kiprah para pahlawan ini yang dihimpun detikcom dari berbagai sumber.

1. Sjafruddin Prawiranegara (28 Februari 1911-15 Februari 1989)

Peran Sjafruddin Prawiranegara sangat besar pada saat Indonesia dilanda agresi militer Belanda II. Saat itu Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda, Soekarno-Hatta ditawan Belanda. Sjafruddin-lah yang ditugasi membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 22 Desember 1948 di Sumatera. Selama 6 bulan, Sjafruddin menjalankan pemerintahan RI dari dalam belantara hutan. Mereka terus mempropagandakan pemerintahan Indonesia masih ada. Aksi Sjafruddin berhasil, dunia internasional akhirnya memaksa Belanda menghentikan agresi militer mereka. Tanpa PDRI, belum tentu Belanda mau maju ke meja perundingan. Sjafruddin menyelamatkan republik, tapi selama puluhan tahun jasanya seolah terlupakan.

2. Idham Chalid (27 Agustus 1921-11 Juli 2010)

Idham Chalid merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Idham menjabat Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama dari tahun 1956 hingga 1984. Dia pernah menjabat menteri saat Orde Lama dan Orde Baru. Pada saat Kabinet Ali Sastroamidjojo II, Idham menjabat sebagai wakil Perdana Menteri. Saat Orde Baru, Idham pernah menjadi Ketua DPR (1968-1977), serta Ketua MPR (1971-1977). Idham sering dijuluki guru politik orang NU.

3. Buya Hamka (17 Februari 1908-24 Juli 1981)

Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau disingkat Hamka. Sedangkan buya, adalah panggilan kehormatan dalam bahasa Minangkabau yang berarti ayah. Buya Hamka dikenal sebagai penulis besar Indonesia lewat karya-karyanya seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, dan Di Bawah Lindungan Ka'bah. Tapi Hamka bukan hanya seorang penulis, dia juga politisi dan pejuang. Kiprahnya di dunia politik dimulai tahun 1925 saat menjadi anggota Sarikat Islam kemudian bergabung dengan Masyumi. Presiden Soekarno akhirnya membubarkan Masyumi dan memenjarakan Hamka.

4. Ki Sarmidi Mangunsarkoro (23 Mei 1904-8 Juni 1957)

Ki Sarmidi Mangunsarkoro adalah salah satu tokoh pendidikan nasional. Dia mendirikan Perguruan Tamansiswa di Jakarta, atas restu Ki Hajar Dewantara. Tidak hanya itu, dia juga ditugasi memodernisasi Taman Siswa dan menyusun kurikulum Taman Siswa. Mangunsarkoro juga berpolitik menentang kolonialisme. Pada Kongres Sumpah pemuda tahun 1928, dia ikut berpidato menekankan pentingnya pendidikan nasional. Dia menentang politik kompromi dengan Belanda saat perjanjian Renville dan Linggarjati. Dia juga beberapa kali menjabat sebagai menteri pendidikan era Soekarno. Jasanya yang lain adalah turut membidani berdirinya Universitas Gajah Mada.

5. I Gusti Ketut Pudja (19 Mei 1908-4 Mei 1977)

I Gusti Ketut Pudja merupakan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dia mewakili Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara). Pudja ikut hadir di Rumah Laksamana Maeda 16 Agustus 1945 saat persiapan kemerdekaan RI. Kemudian dia diangkat Soekarno menjadi Gubernur Sunda Kecil. Saat itu walau Jepang sudah menyerah, tetap saja mereka masih berkuasa di sejumlah daerah di Bali. Pudja sempat ditangkap tentara Jepang saat para pemuda gagal melucuti senjata Jepang akhir tahun 1945. Pudja juga ditugasi Soekarno menjadi pejabat di Departemen Dalam Negeri.

6. Sri Susuhunan Pakubuwono X (29 November 1866-1 Februari 1939)

Sri Susuhunan Pakubuwono X bernama asli Raden Mas Malikul Kusno. Malikul Kusno naik takhta sebagai Pakubuwono X pada tanggal 30 Maret 1893 menggantikan ayahnya. Kepemimpinannya merupakan penanda babak baru bagi Kasunanan Surakarta dari kerajaan tradisional menuju era modern. Pakubuwono X cukup memiliki arti penting bagi pergerakan nasional. Dia mendukung organisasi Sarekat Islam cabang Solo.

7. Ignatius Joseph Kasimo (1900-1 Agustus 1986)

Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono adalah pendiri Partai Politik Katolik Indonesia (PPKI). Dia juga merupakan salah satu pelopor kemerdekaan Indonesia. Kasimo anggota Volksraad antara tahun 1931-1942. Ia ikut menandatangani petisi Soetardjo yang menginginkan kemerdekaan Hindia-Belanda. Pada masa kemerdekaan awal, PPKI yang dilarang oleh Jepang dihidupkan kembali atas gagasan Kasimo dan berubah nama menjadi Partai Katolik Republik Indonesia. Antara tahun 1947-1949 ia duduk sebagai Menteri Muda Kemakmuran dalam Kabinet Amir Sjarifuddin, Menteri Persediaan Makanan Rakyat dalam Kabinet Hatta I dan Hatta II. Dalam kabinet peralihan atau Kabinet Soesanto Tirtoprodjo ia juga menjabat sebagai menteri. Kasimo pun juga pernah ikut menjadi anggota Delegasi Perundingan Republik Indonesia. Di masa orde baru, Kasimo sempat menjadi Ketua DPA.

Senin, 07 November 2011

Keindahan Gua Petruk

Gua Petruk merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pantai Logending, dimana lokasinya berada di Dukuh Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah atau sekitar 4,5 km dari Jatijajar menuju ke arah Selatan.

Mendengar nama Petruk, tentu akan teringat nama punakawan anak Ki Semar yang berbadan tinggi dan hidungnya sangat mancung. Konon, dalam cerita pewayangan, Petruk ini anak dari lelembut Banaspati yang kemudian diangkat anak oleh Ki Semar dan Petruk ini dikenal mempunyai banyak akal.

Perlu diketahui, bahwa di dalam gua yang terlihat menakutkan dan bau kotoran kelalawar ini masih alami. Selain itu di dalam gua tak ada pijaran atau nyala lampu seperti di Gua Jatijajar, atau gua lain yang ada di Indonesia. Akan tetapi, pengunjung jangan khawatir, di sini tersedia guide atau pemandu yang selalu siap mengantar disertai dengan peralatan lampu yang memadai.

Gua Petruk ini sebetulnya terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama atau di lantai 1 hanya terdapat kelelawar dengan bau kurang sedap yang saling beterbangan. Sedang untuk gua kedua dalam lokasi tersebut diberi nama Gua Semar.

Dalam gua inilah kita akan disuguhi dengan pemandangan dari bebatuan yang indah dan memesona. Bahkan ada yang mengatakan, masuk Gua Petruk laksana melihat alam yang tiada taranya karena terdapat stalaktit dan stalagmit yang memesona dan menyerupai berbagai bentuk.

Sedang gua yang terakhir, disebut Gua Petruk, karena di dalam gua tersebutlah sebetulnya terdapat batu yang mempunyai wujud seperti hidungnya Petruk. Sayang, karena ulah Belanda yang waktu itu melakukan penambangan phosfat, hidung Petruk yang merupakan logo dari gua tersebut putus dan kini sudah tak kelihatan lagi.

Tapi, bukan itu sebetulnya yang ditawarkan oleh gua tersebut, dimana keindahan gua tersebut bukan dari hidung Petruk yang sangat mancung, tetapi panoramanya yang memang cukup indah. Untuk itu tidak ada salahnya kalau wisatawan memerlukan waktu berjam-jam berada di Gua Petruk ini.

Begitu memasuki mulut gua dan kita masuk di Gua Semar yang dikenal banyak senyum ini, menjanjikan kita untuk kagum dan mengagumi gua tersebut. Tak salah, kalau Diparta Kebumen memberinya nama Gua Semar. Sebab, di gua tersebut orang akan tersenyum kagum melihat stalagtit dan stalagmit yang aneh-aneh.

Batuan yang paling ujung di sini adalah batu yang diberinya nama Batu Payudara, atau orang menyebutnya sebagai batu susu. Tentu nama ini bukan sekadar mencari popularitasnya saja, yakni mengambil nama sedikit porno. Kenyataannya batuan stalagtit ini memang berbentuk seperti puting-puting seorang ibu yang sedang menyusui.

Stalagtit ini bukan satu dua, tetapi jumlahnya puluhan, sehingga orang sampai di ujung Gas Semar (gua kedua) di Gua Petruk ini diingatkan pada masa kanak - kanak, di mana kita semua tentu pernah menyusu pada Ibu dan ASI inilah yang membuat kita tumbuh menjadi remaja dan seterusnya.

Semakin kita masuk ke dalam Gua Petruk ini, kita semakin penasaran dengan batuan yang begitu indah. Sebab, di sini terdapat pula batuan yang mirip tempat tidur, atau pelaminan seorang pengantin baru. Ada lagi batu yang menyerupai sebuah lumbung padi, sehingga batuan tersebut di beri nama batu lumbung.

Jangan takut, kalau dalam Gua Petruk ini kita melihat sebuah batu yang mirip sekali dengan sebuah mayat yang tergeletak. Bukan hanya bentuknya, tetapi warna dari batu tersebut memang tampak putih, bak sebuah kain mori yang membungkus sebuah mayat yang siap untuk dimakamkan. Akan tetapi, begitu indah bebatuannya.

Bukan Gua Petruk, kalau tidak menyimpan sejumlah bebatuan yang beraneka ragam bentuk yang begitu menawan, indah, dan membuat orang yang melihatnya berdecak kekaguman. Bahkan, membuat orang enggan keluar dari gua tersebut. Bukan tanpa alasan, karena dalam gua ini juga dapat terlihat adanya sejumlah sendang dan air terjun yang bahkan airnya mirip busa sabun.

Sambil menikmati bebatuan yang banyak aneka ragam dan bentuknya, telinga kita akan mendengarkan bunyi "Tik ...tik. .. tiiiikkkk," dari air yang jatuh dari langit gua, atau dari bebatuan yang indah, sehingga menambah kenyamanan kita untuk menyaksikan keajaiban Tuhan Pencipta Alam Semesta.

Untuk mengunjungi Gua Petruk ini, sebaiknya kita telah mempersiapkan peralatan berupa sepatu dari plastik atau kare, sehingga tidak bisa tembus air. Tetapi, jangan gunakan sepatu yang berhak tinggi yang nantinya bahkan cukup merepotkan.

Peralatan lain yang perlu dipersiapkan adalah senter yang cukup terang dan topi untuk menghindari benturan. Bila perlu, kita bawa kamera dengan lampu blitz yang baik. Dengan demikian kita bisa menyaksikan keindahan stalagmit dan stalaktit Gua Petruk sekaligus diabadikan. Sesampai di rumah, jika diperlukan, foto-foto Gua Petruk ini bisa dipajang untuk hiasan dinding yang cukup indah.

"Kawan, selamat menikmati Gua Petruk di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah."

Sejarah Batik Indonesia


Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.



Perkembangan Batik di Indonesia

Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.


Proses pembuatan batik
Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.



Batik Pekalongan

Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah - daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.

Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

Museum batik Pekalongan
Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.

Sehubungan dengan itu beberapa jenis motif batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Adapun motifnya antara lain batik Jlamprang diilhami dari Negeri India dan Arab, batik Encim dan Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Cina, batik Pagi Sore oleh Belanda, dan batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.


Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai Kota Batik. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.

Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.


sumber : http://batikmarkets.com/batik.php