Google Website Translator Gadget

Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

Contagion, Punahnya Umat Manusia

'CONTAGION', Punahnya Umat Manusia 
Sinopsis
Di antara sekian banyak makhluk hidup penghuni planet bumi, hanya manusia yang jumlahnya paling banyak. Rasanya dengan perbandingan tingkat kelahiran dan kematian yang tak berimbang, manusia tak akan pernah benar-benar punah, kecuali jika ada faktor X yang mengubah perbandingan tadi.

Kurang lebih skenario itulah yang kemudian benar-benar terjadi. Tak ada yang tahu dari mana asal virus mematikan itu. Penyebarannya sangat cepat dan tak bisa dikendalikan lagi. Dalam waktu singkat, virus ini menyebar dan membunuh virus ini bukanlah perkara mudah. Virus ini begitu cerdas dan mampu bermutasi dengan cepat bahkan sebelum manusia bisa menemukan titik lemah virus ini.

Virus ini mematikan bukan hanya secara fisik. Mereka yang belum terjangkit virus ini notabene juga sudah mati, setidaknya mereka sudah tak punya lagi harapan hidup. Ketakutan merajalela. Bukan hanya ketakutan pada virus mematikan ini tapi juga ketakutan pada sesama manusia. Manusia sudah terpecah belah. Terpecah belah oleh sesuatu yang tak nampak oleh mata.

Review
 
Layak kalau Matt Damon mengaku jadi lebih sering cuci tangan sejak ia terlibat film CONTAGION ini. Film arahan Steven Soderbergh ini memang mencekam. Tanpa kejutan-kejutan kecil seperti film horor namun drama yang begitu alami ini terasa sangat menakutkan.

Aroma BABEL dan CRASH memang tercium sejak awal. Belakangan memang banyak sineas yang mencoba pendekatan rumit dalam membuat film ini namun tak banyak yang bisa sukses. CONTAGION ini adalah salah satu yang berhasil lolos dari lubang jarum. Tak mudah memang mengarahkan film seperti ini namun Steven Soderbergh sepertinya sudah sadar itu sejak awal.

Menggaet sejumlah nama besar seperti Marion Cottilard dan Matt Damon memang bukan sekedar trik marketing. Naskah film ini sudah cukup kokoh dan pastinya para aktor dan aktris tak akan kesulitan membawakan peran mereka masing-masing. Meski tidak ada karakter utama yang jelas namun film ini tetap bisa berjalan mulus sampai akhir kisah. Adegan yang disajikan pun terasa alami namun efektif membuat penonton tak bangkit dari kursinya sampai film berakhir.

Satu-satunya yang terasa sedikit janggal hanyalah subplot tentang jurnalis yang menyebarkan berita bohong tentang vaksin dari virus ini. Kisah tentang karakter yang diperankan Jude Law ini terasa terlepas dari jalinan utama cerita.

Trailer :

 
Pemain: Marion Cotillard, Matt Damon, Laurence Fishburne, Jude Law, Gwyneth Paltrow, Kate Winslet
Genre:Thriller
Release Date:September 9, 2011
Director:Steven Soderbergh
Screenplay:Scott Z. Burns
Producer:Steven Soderbergh, Gregory Jacobs, Michael Shamberg, Stacey Sher, Arnon Milchan
Distributor:Warner Bros.
Runtime:106 minutes
Budget:US$60 million
Official Site:www.contagionmovie.com

Selasa, 15 November 2011

The Adventures of Tintin, Mencari Harta Karun Leluhur



'THE ADVENTURES OF TINTIN', Mencari Harta Karun Leluhur 
Sinopsis
Kalau saja Tintin (Jamie Bell) tak menemukan replika kapal bernama Unicorn itu, bisa jadi ia tak akan terlibat petualangan seru menemukan harta karun yang lama terpendam. Mungkin takdir, mungkin juga hanya kebetulan tapi yang pasti ini adalah awal dari sekian banyak petualangan seru lainnya.

Tintin sudah curiga ada sesuatu yang spesial dari replika kapal ini. Kalau tidak, rasanya tidak mungkin ada orang yang rela membayar mahal untuk kapal kecil itu. Saat ada yang berusaha merebut paksa kapal itu, semakin kuat kecurigaan Tintin. Yang lebih menarik lagi, ternyata kapal itu ada sangkut pautnya dengan Captain Haddock (Andy Serkis).

Captain Haddock ternyata juga punya replika kapal yang sama. Bukan hanya itu, kapal ini ternyata adalah warisan dari leluhur Captain Haddock. Konon, kapal ini menyimpan rahasia yang bakal menuntun pemiliknya ke arah harta karun yang selama ini terpendam dan tak ada yang tahu. Dari sini, dimulailah petualangan seru yang melibatkan dua detektif konyol, Thomson dan Thompson (Simon Pegg) dan Red Rackham (Daniel Craig).

Review

Sedikit dilematis. Bisa jadi itu juga yang dirasakan Steven Spielberg saat memutuskan mengadaptasi Tintin ke layar lebar. Bagaimana tidak, membuatnya sebagai film animasi murni pastinya tak akan terlalu menarik karena Tintin sendiri sudah pernah dibuat dalam versi animasi sebagai serial televisi. Kalau diproduksi dalam format live-action, bisa jadi para fans berat Tintin bakal kecewa kalau sang pemeran tak sanggup menghadirkan image Tintin seperti dalam versi komik.

Kompromi akhirnya dibuat. Tintin tidak dibuat sebagai film animasi namun tetap melibatkan para aktor lebih dari sekedar mengisi suara. Film 3D ini dibuat dengan teknologi motion capture. Hasilnya, sangat memuaskan selama Anda tidak melihatnya dari sisi fans. THE ADVENTURES OF TINTIN juga menarik selama Anda tidak pesimis dengan teknologi motion capture dan 3D.

Bisa jadi dengan pertimbangan memunculkan sebanyak mungkin karakter, para penulis naskah memutuskan untuk menggabungkan tiga judul (Kepiting Bercapit Emas, Rahasia Kapal Unicorn, dan Harta Karun Rackham Merah) menjadi satu kisah. Banyaknya karakter membuat tingkat kesulitan jadi lebih tinggi, untungnya naskah ini tertolong popularitas masing-masing karakter. Tak perlu lagi penjelasan terlalu detil. Kebanyakan orang sudah kenal baik dengan mereka sementara buat yang tak kenal, masing-masing karakter sudah terjelaskan dengan cukup baik.

Keputusan membuatnya jadi animasi 3D dengan teknologi motion capture berhasil membuat kisah tahun 1940-an ini jadi terasa modern meski tetap mempertahankan seting aslinya. Di saat yang sama, muncul sedikit masalah terutama soal ekspresi wajah dan emosi. Seandainya THE ADVENTURES OF TINTIN ini tak dibuat berdasarkan kisah yang sudah lebih dulu populer, bisa jadi kendala-kendala di atas tak akan terlalu dipermasalahkan karena secara garis besar, film ini sudah layak mendapat acungan dua jempol.

Trailer :

 
Pemain: Jamie Bell, Andy Serkis, Simon Pegg, Nick Frost, Daniel Craig
Genre:Animation
Release Date:December 21, 2011
Director:Steven Spielberg
Screenplay:Steven Moffat, Edgar Wright, Joe Cornish
Producer:Sir Peter Jackson, Steven Spielberg, Kathleen Kennedy
Distributor:Paramount Pictures
Runtime:107 minutes
Budget:-
Official Site:www.us.movie.tintin.com

Sang Penari, Romantisme Cinta dan Politik

'SANG PENARI', Romantisme Cinta dan Politik

Film yang terinspirasi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari sukses membuat takjub siapapun yang menonton. Tak ada keraguan bahwa film ini berhasil memvisualisasikan sisi romantisme cinta dan pemberontakan politik yang berujung pada penderitaan rakyat. Tangan dingin sutradara Ifa Isfansyah akhirnya kembali setelah dua tahun lalu muncul dengan GARUDA DI DADAKU.

Film ini menuturkan cerita cinta yang terjadi di sebuah desa miskin Indonesia, Dukuh Paruk, pada pertengahan 1960-an. Rasus, seorang tentara muda menyusuri kampung halamannya, mencari cintanya yang hilang, Srintil. Cerita berawal dari ketika keduanya masih sangat muda dan saling jatuh cinta. Tapi sesuatu menghalangi cinta mereka, karena kemampuan menari Srintil yang magis, membuat para tetua dukuh percaya bahwa Srintil adalah titisan ronggeng.

Dan ketika Srintil menyiapkan diri untuk tugasnya, ia menyadari bahwa menjadi seorang ronggeng tidak hanya berarti menjadi pilihan dukuhnya di pentas-pentas tari. Srintil akan menjadi milik semua warga Dukuh Paruk. Ronggeng bukan cuma urusan tari, ronggeng juga urusan ranjang, dan perwujudan leluhur penjaga dewa tempat mengucap doa.

Srintil yang besar bersama dengan kakeknya merasa harus menjadi ronggeng untuk membayar dosa orangtuanya yang dikenal sebagai pembunuh akibat tempe bongkrek buatan mereka meracuni warga desa. Hal ini menempatkan Rasus pada sebuah dilema. Ia merasa cintanya telah dirampas dan dalam keputusasaan, ia meninggalkan dukuhnya untuk menjadi anggota tentara.

Lalu jaman bergerak, desanya dikuasai oleh partai komunis. Warga yang sebenarnya tidak bisa membaca hanya mengikuti propaganda. Sebagai tentara, Rasus harus memilih loyalitas kepada negara atau cintanya kepada Srintil. Di bagian akhir film ini lebih melihat sisi penderitaan rakyat akibat gejolak politik.

Jangan tanya tentang kualitas gambar, Ifa Isfansyah bersama Yadi Sugandi menyuguhi keindahan sepanjang film. Sementara lagu-lagu semakin menguatkan suasana romantis. Akting para pemain pendukung seperti Slamet Rahardjo, Dewi Irawan, Lukman Sardi, Tio Pakusadewo, Landung Simatupang, dan Teuku Rifnu menambah kekuatan film ini. Chemistry Prisia Nasution dan Oka Antara bisa dibilang terbaik sepanjang tahun ini. Suka, duka, dan perih tergambar jelas dari mereka. Meskipun syarat pesan, namun film ini mengalir dengan ringan sehingga tidak membosankan. 

Trailer :
 
Pemain: Oka Antara, Prisia Nasution, Slamet Rahardjo, Dewi Irawan, Tio Pakusadewo, Lukman Sardi, Teuku Rifnu, Happy Salma.
Genre:Drama
Jadwal Tayang:10 November 2011
Sutradara:Ifa Isfansyah
Produser:Shanty Harmayn
Produksi:Salto Films
Durasi:111 Menit

Minggu, 13 November 2011

1911, Film Ke-100 Jackie Chan



Dunia sudah memasuki abad ke-20. Meski begitu, kondisi di negeri China masih tetap tidak mengalami kemajuan. Rakyat masih tetap hidup di bawah tindasan Dinasti Qing. Setelah sekian lama, rakyat akhirnya tak bisa lagi bersabar. Bisa jadi ini bakal jadi awal dari revolusi yang mengubah sistem pemerintahan di China.

Kesadaran rakyat China berawal dari bangkitnya gerakan yang dipelopori oleh Dr. Sun Yat-sen (Winston Chao). Pelan-pelan pengikut Dr Sun Yat-sen semakin banyak dan posisi Dinasti Qing makin terancam. Di saat situasi mulai sulit dikendalikan, Dinasti Qing mulai berusaha mendatangkan persenjataan modern yang dibeli dengan cara menjual barang-barang berharga warisan leluhur.

Di saat itu, muncullah Huang Xing (Jackie Chan) yang baru saja pulang dari Jepang untuk mempelajari seni peperangan modern. Melihat negerinya terpecah-belah, tak ada pilihan buat Huang Xing selain memihak salah satu kubu. Huang Xing memilih memihak kaum revolusioner. Berbekal pendidikan yang ia dapat di Jepang, bisa jadi Huang Xing bakal berhasil membawa China ke arah modernisasi.

Review
 
Apa yang istimewa dari film berjudul singkat, 1911, ini? Paling tidak film ini dibuat untuk memperingati 100 tahun Revolusi Xinhai yang meruntuhkan sistem pemerintahan monarki di China. Tak hanya itu, film ini sekaligus menjadi film ke-100 yang dibintangi Jackie Chan. Selebihnya, tak terlalu banyak yang dijanjikan film ini.

Tak bisa dipungkiri, setiap mendengar nama Jackie Chan, yang terbayang di benak adalah aksi bela diri spektakuler yang dilakukan sendiri oleh sang bintang. Kalau Anda termasuk kategori ini, bisa jadi Anda akan dibuat kecewa oleh 1911 ini. Memang ada adegan pertempuran seru namun seni bela diri kung fu yang biasanya jadi menu utama malah nyaris tak ada.

Jackie Chan sendiri terlihat tak terlalu mengalami kesulitan memerankan seorang jenderal pemberontak sementara aktor dan aktris lain pun tampil cukup meyakinkan. Yang jadi masalah sebenarnya adalah naskah yang terlalu melibatkan banyak karakter sehingga masing-masing karakter seperti tak tergarap dengan baik. Proyek ini memang cukup ambisius karena kisah yang ditawarkan juga cukup luas. 

Terlepas dari itu, suguhan visual yang disajikan cukup memanjakan mata namun jangan berharap lebih dari itu.

Trailer : 

 
Pemain: Jackie Chan, Winston Chao, Li Bingbing
Genre:Drama
Release Date:September 23, 2011
Director:Jackie Chan, Zhang Li
Screenplay:Wang Xingdong, Chen Baoguang
Producer:Wang Zhebin, Wang Tinyun, Bi Shulin
Distributor:Media Asia Distributions
Runtime:125 minutes
Budget:US$30 million
Official Site:www.1911movie.com

Jumat, 11 November 2011

The Darkest Hour



'THE DARKEST HOUR', Serangan Alien di Kota Moskow  
 
Sinopsis
Lima anak muda ini tak mengira bakal terjebak di tempat yang jauh dari rumah mereka. Mereka hanya bermaksud menghabiskan liburan di tempat yang benar-benar unik. Rusia adalah pilihan yang sepertinya menarik. Sayang, liburan kali ini bakal jadi sesuatu yang tak akan mereka lupakan seumur hidup mereka.

Liburan Luke (Emile Hirsch), Holly (Olivia Thirlby), Anne (Rachael Taylor), Cole (Joel Kinnaman), dan Oliver (Max Minghella) kali ini harus terpotong oleh peristiwa aneh sekaligus mengerikan yang terjadi di Moskow. Tiba-tiba saja langit jadi terang benderang dan sinar berwarna kemerahan jatuh ke bumi.

Benda-benda berpijar ini ternyata sama sekali tak bersahabat. Korban mulai berjatuhan sementara mereka bahkan tak bisa melihat datangnya benda atau makhluk ini. Moskow bukan satu-satunya korban. Entah dari mana datangnya benda atau makhluk ini namun seluruh dunia sudah berhasil dikuasai. Kini lima anak muda yang sedang berlibur ini harus memeras otak untuk mencari cara mengalahkan makhluk ini.

Trailler :

 

Pemain: Olivia Thirlby, Emile Hirsch, Rachael Taylor, Max Minghella, Joel Kinnaman, Greg Kinnear
Genre:Science Fiction
Release Date:December 25, 2011
Director:Chris Gorak
Screenplay:Jon Spaihts
Producer:Timur Bekmambetov, Tom Jacobson
Distributor:Summit Entertainment
Runtime:-
Budget:US$40 Million
Official Site:www.thedarkesthourisnear.com

Kamis, 10 November 2011

Cars 2

'CARS 2', Menjadi Mobil Paling Cepat di Dunia
Sebenarnya Lightning McQueen (Owen Wilson) sudah tak ingin ikut berlomba lagi setelah ia memenangkan Piston Cup sebanyak empat kali. Sayangnya, karena bujukan Mater (Larry the Cable Guy) dan Sally Carrera (Bonnie Hunt), Lightning kembali mengikuti World Grand Prix. Bedanya, kali ini perlombaan ini harus diwarnai misi berbahaya.

Miles Axlerod (Eddie Izzard)punya produk bahan bakar baru yang disebut Allinol dan kini ia menggelar World Grand Prix untuk membuktikan bahwa produknya layak jadi andalan. Karena ditantang Francesco Bernoulli (John Turturro), Lightning akhirnya setuju ikut balap kali ini. Di luar pengetahuan para peserta balap, Professor Zündapp (Thomas Kretschmann) ternyata bermaksud menghalangi usaha Miles Axlerod.

Professor Zündapp berencana meledakkan mobil para peserta balap dan membuatnya seolah-olah Allinol adalah penyebabnya. Untungnya dua agen rahasia Inggris, Finn McMissile (Michael Caine) dan Holley Shiftwell (Emily Mortimer) mengetahui rencana ini dan berusaha menghubungi agen rahasia Amerika Serikat yang kabarnya juga mengetahui rencana jahat ini. Karena satu peristiwa naas, Matter malah dikira agen rahasia Amerika Serikat dan dimulailah petualangan seru ini.

Review

Film untuk seluruh keluarga? Bisa jadi, walaupun CARS 2 ini bukanlah TOY STORY 3. Dua-duanya memang buatan Pixar namun soal hasil, CARS 2 ini masih belum sebanding dengan TOY STORY 3. Bukan dari kualitas animasi namun lebih pada alur cerita dan cara sang sutradara melibatkan para penonton.

TOY STORY 3 memang lebih universal. Bukan karena apa, rasanya semua orang pasti pernah punya mainan berbentuk boneka tapi tak semua orang punya mainan berbentuk mobil-mobilan. Kemungkinan besar, CARS 2 ini bakal lebih menarik minat para bapak yang ingin bernostalgia bersama putra mereka. Karena itu juga menyebutnya tontonan untuk seluruh keluarga rasanya agak susah juga.

Terlepas dari segmen yang tak terlalu luas ini CARS 2 tetap tontonan yang cukup menarik. Kualitas animasi jelas tak perlu diragukan sementara para pengisi suara juga bukan aktor atau aktris baru. Alur kisah yang ditawarkan juga cukup bagus walaupun bukan sesuatu yang terasa fresh. Yang jadi masalah mungkin adalah kegagalan CARS 2 'menyentuh' para penonton seperti yang terjadi pada WALL-E, UP, atau TOY STORY 3.

Trailler  :



Pemain : Owen Wilson, Larry the Cable Guy, Cheech Marin, Bonnie Hunt, Tony Shalhoub, John Ratzenberger
Genre:Animation
Release Date:June 24, 2011
Director:Brad Lewis, John Lasseter
Screenplay:Ben Queen
Producer:Denise Ream
Distributor:Walt Disney Pictures
Duration:106 minutes
Budget:US$200 million
Official Site:disney.go.com/cars/cars2    

Selasa, 08 November 2011

Poconggg Juga Pocong

 
 

Poconggg tidak seperti pocong-pocong kebanyakan. Sebagai pocong pendatang baru, Poconggg dianggap sebagai pocong cupu karena penakut dan -yang paling memalukan- Poconggg merupakan satu-satunya pocong yang tidak mampu menakuti manusia dan malah takut dengan sesama hantu. Anjaw -pocong senior- dan 4 anggota geng pocong sering mengintimidasi Poconggg dan membuat hari-hari Poconggg tidak berjalan lancar.

Untungnya, ada Kunti, kuntilanak paling cantik dan gaul, satu-satunya hantu yang membantu Poconggg beradaptasi dan akhirnya menjadi sahabatnya. Lebih dari itu, Kunti juga menjadi sosok hantu yang selalu menjadi tempat Poconggg berkeluh kesah ketika ia sedang diusili Anjau atau sedang galau karena Sheila

Sheila, perempuan yang paling Poconggg sayang. Sayangnya, hubungan pertemanan -yang akhirnya berkembang menjadi rasa suka, harus berakhir tragis. Poconggg belum sempat menyatakan perasaannya. Poconggg berupaya menyampaikannya, tetapi dunia yang berbeda membuat segalanya tidak mudah. Untungnya, Poconggg tidak sendirian, ada Kunti yang senantiasa membantunya. Ada Kunti yang menjadi tong sampah Poconggg ketika ia galau melihat Adit, senior Sheila di kampus yang mulai melakukan pendekatan ke Sheila.

Kepribadian Poconggg yang penakut membuat semuanya menjadi rumit. Anjaw yang usil. Kunti yang baik tapi galak. Dunia Poconggg dan Sheila yang sudah berbeda. Semuanya membuat Poconggg galau.

Film ini diangkat dari novel terlaris dan paling fenomenal tahun ini: ‘Poconggg Juga Pocong’. Sebuah film romantis komedi untuk anak-anak muda yang sedang galau...

Jenis Film :
Comedy/romatic
Produser :
Ody Mulya Hidayat, Endang Marlina, Cahaya Sinaga, Yoska Oktaviano
 
Cast & Crew
 
Pemain :
Ajun Perwira
Nycta Gina
Saphira Indah
Rizky Mocil
Guntur Triyoga
Sutradara :
Chiska Doppert
Penulis :
Poconggg (arief Muhammad)
Haqi Achmad 

Trailler :

 

Minggu, 06 November 2011

Angry Birds The Movie, Coming Soon!

Siapa yang tidak kenal dengan Angry Birds, salah satu game populer yang saat ini digandrungi oleh banyak orang.  Angry Birds sendiri karakternya identik dengan burung kecil yang berukuran 6 inchi yang mempunyai gambar yang sangat lucu dan menggemaskan.  Karakter ini lah yang membuat game Angry Birds di gandrungi oleh banyak orang di dunia.
Berawal kemunculannya dari game I-Phone (Mobile Phone), Angry Birds pun merambah ke platform Mobile Phone lainnya seperti Windows Mobile, Blackberry bahkan sekarang di Android.  Game Angry Birds pun kini sudah ada yang berbasis Web, seperti di Google Chrome.  Dan sekarang kepopulerannya terus meningkan dan direncakana akan ada Film Angry Birds di Bioskop.

Demi mewujudkan rencana itu, Rovio (Sang Empu Angry Birds) sudah menunjuk David Maisel sebagai produser dan konsultan proyek ini. Maisel adalah bekas petinggi Marvel Studios yang sukses mengangkat Iron Man dan The Incredible Hulk ke layar lebar.
“Suara-suara di luar soal film Angry Birds kini menjadi kenyataan,” kata Maisel. Menurutnya, proses pembuatan film Angry Birds ini sudah berjalan.
Saat ini, aplikasi games Angry Birds telah diunduh lebih dari 250 juta kali sejak diluncurkan pada 2009. Tahun lalu, Angry Birds menjadi aplikasi terpopuler yang dijual di iTunes, toko milik Apple. Angry Birds sekarang juga sudah bisa dinikmati di PC lewat Google Chrome.
Adapun CEO Mikael Hed sangat gembira dan antusias soal kerja sama ini. Dia tak sabar menunggu proses pembuatan film ini selesai. Namun, Hed mengakui Maisel bukan pilihan pertama. Dia berharap George Lucas yang memimpin proyek ini. “Karena Lucas tak bisa, David orang yang terbaik untuk bekerja sama saat ini,” ujarnya.

Rovio juga terus melebarkan sayap bisnisnya. Mereka tertarik masuk ke bisnis animasi dan ingin membuat film pendek. Cita-cita mereka ingin seperti Pixar studio yang sukses membuat Toy Story, Cars, dan Up.
Ya kita tunggu saja, saya yakin ini akan menjadi kenyataan dan akan menjadi film box office apabila didukung dengan cerita yang bagus tentunya karena karakter Angry Birds sendiri sudah memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya. So Kita tunggu saja Film Angry Birds di Bioskop – bioskop kesayangan anda

Sabtu, 05 November 2011

Johnny English Reborn

Johnny English (Rowan Atkinson) memang bukan James Bond meskipun dua-duanya adalah agen rahasia Inggris. Kalau James Bond disebut sebagai agen terbaik, Johnny English malah sebaliknya. Lima tahun sebelumnya Johnny ditugaskan dalam sebuah misi rahasia yang ternyata malah berakhir sangat kacau. Johnny tak hanya disalahkan atasannya tapi juga menanggung malu. Karena itu juga akhirnya Johnny akhirnya memutuskan mengasingkan diri dan tinggal di dalam gua di Tibet.
Misi di Mozambique lima tahun silam memang sebuah aib besar. Johnny English merasakan pukulan dahsyat dan tak sanggup lagi berhadapan dengan para koleganya. Lima tahun berlalu dan Johnny masih belum bisa melupakan kejadian pahit itu. Suatu saat Johnny bertemu seorang biarawan yang bersedia melatih Johnny ilmu bela diri. Ternyata ini baru awal dari perjalanan baru Johnny English. Tak lama kemudian Johnny dihubungi MI7 dan diminta untuk kembali bertugas.
Di London, Johnny ternyata mendapatkan tugas baru. Ada rumor kalau sekawanan pemberontak di Asia Tenggara sedang merencanakan aksi besar-besaran. Mereka sedang membangun senjata nuklir Johnny ditugaskan untuk memastikan China berada di pihak Inggris. Johnny English juga harus memastikan usaha pembunuhan terhadap kepala negara China gagal. Bukan tugas yang ringan tapi sekarang Johnny English sudah bukan agen rahasia konyol seperti dulu lagi. Atau malah sebenarnya tak ada yang berubah dengan sosok Johnny English?
Sosok Mr. Bean memang masih lekat dalam ingatan. Sayangnya sosok yang muncul di layar kaca itu gagal mengocok perut penonton saat diterjemahkan ke layar lebar. Entah kenapa StudioCanal, Relativity Media, dan Working Title Films masih optimis bakal mendapat keuntungan dari pembuatan sekuel Johnny English ini. Walaupun sedikit pesimis, tidak ada salahnya kalau kita mencoba mencicipi suguhan terbaru Rowan Atkinson ini.
Source: IMDB/ Wikipedia

Trailler :

























Sutradara Oliver Parker
Produser Rowan Atkinson
Will Davies
Tim Bevan
Eric Fellner
Chris Clark
Penulis Hamish McColl
William Davies
Pemeran Rowan Atkinson sebagai Johnny English
Sinematografi Danny Cohen
Studio Relativity Media
Working Title Films
Distributor Universal Pictures
Tanggal rilis 7 Oktober 2011 (2011-10-07)
Negara Britania Raya
Bahasa Bahasa Inggris
Situs Resmi www.johnnyenglishreborn.com

Senin, 31 Oktober 2011

Real Steel


Charlie Kenton (Hugh Jackman), petarung yang harus kehilangan robotnya kalah dipertarungan terkahirnya. Saat ini, Charlie bekerja sebagai promotor kecil, menghidupi dirinya dari pertarungan-pertarungan kecil yang tersembunyi

Charlie bersama dengan anaknya, Max (Dakota Goyo) untuk membuat dan melatih robot baru. Charlie dan Max, kembali ke arena pertarungan.

Jenis Film :
Action/fantasy
Produser :
Shawn Levin, Susan Montford, Don Murphy
Produksi :
Touchstone Pictures
Homepage :
 

Cast & Crew

Pemain :
Hugh Jackman
Dakota Goyo
Evangeline Lilly
Anthony Mackie
Kevin Durand
Sutradara :
Shawn Levy
Penulis :
John Gatins
Leslie Bohem   
 
Trailer :

Jumat, 28 Oktober 2011

The Resident

REVIEW FILM THE RESIDENT

Film The Resident ceritanya tentang seseorang dokter wanita yang baru pindah rumah setelah dia cerai sama saminya. Wanita tersebut bernama Dr. Juliet Dermer (Hilary Swank). Dia pindah rumah ke suatu apartment di daerah New York. Apartemen pilihan Juliet ini memang sangat bagus dan indah, karena di sana pemandangannya sungguh cantik sekali, kamarnya pun juga luas.
Pemilik apartemen tersebut juga baik dan tampan, namanya Max (Jeffrey Dean Morgan). Juliet pun memutuskan untuk tinggal di apartemen tersebut. Pertama kali, ia merasa harus beradaptasi di lingkungan barunya ini, mungkin awalnya Juliet tidak ada masalah. Tapi sayangnya, sepertinya Juliet pantas untuk khawatir menghadapi rasa takut akan keanehan apaetemen tersebut.
Juliet sering merasakan keanehan di balik tembok yang ada di kamarnya, sepertinya di sana ia selalu diikuti oleh seseorang. Lama-lama Juliet merasa gelisah dan paranoid dengan berbagai kejadian aneh. Tapi sayangnya semuanya gaib, tidak ada yang bisa dibuktikan oleh Juliet.
Juliet yakin kalau Max dapat membantunya, celakanya Max bukan seperti yang Juliet pikirkan. Pemilik apartemen tersebut ternyata memiliki niat buruk sama Juliet ini. Juliet berusaha keras supaya dia bisa kabur dari apartemen ini. Tapi apakah usahanya berhasil?



Directed by           Antti Jokinen
Genre                    Thriller
Produced by Simon Oakes
Cary Brokaw
Guy East
Nigel Sinclair
Written by Antti Jokinen
Robert Orr
Erin Cressida Wilson
Starring Hilary Swank
Jeffrey Dean Morgan
Christopher Lee
Cinematography Antti Jokinen
Editing by Bob Murawski
Stuart Levy
Studio Hammer Film Productions
Distributed by Exclusive Film Distribution
Release date(s) March 29th, 2011
Country United States
United Kingdom
Language English       

Selasa, 25 Oktober 2011

The Three Musketeers (Thre)



Mereka dikenal sebagai Porthos, Athos, dan Aramis - tiga prajurit elit yang melayani Raja Prancis sebagai penembak (Musketeer) terbaik. Setelah mengetahui adanya sebuah konspirasi jahat untuk menggulingkan Raja, para Musketeer bertemu kandidat muda - D'Artagnan - dan bergabung bersama mereka. Bersama-sama, ke-empat nya memulai misi berbahaya untuk menggagalkan plot yang tidak hanya mengancam.

Jenis Film : Action/comedy
Produser : Jeremy Bolt, Robert Kulzer
Produksi : Summit International
Rating LSF : Remaja (teen)
Durasi : 102 menit

Cast & Crew

Pemain :
Logan Lerman
Matthew Macfadyen
Ray Stevenson
Luke Evans
Christoph Waltz
Gabriella Wilde
Milla Jovovich and Orlando Bloom
Sutradara :
Paul W.s. Anderson
Penulis :
Paul W.s. Anderson
Alex Litvak
Andrew Davies  
Trailer :